Menjadi Programmer Wanita (Part 1)

Programmer… hmm diliat dari namanya aja sudah keren ya, “wah pasti otaknya encer, wah pasti logikanya kuat, wah pasti jomblo (wkwk)” begitulah biasanya yang ada di pikiran orang-orang pada umumnya.., kalau biasanya programmer kebanyakan didominasi pria, terus bagaimana kalau ada programmer wanita?? (biasa ja kok jangan geer dehh #teehee xD), terus kalau programmer pria keren di mata para wanita, bagaimana dengan programmer wanita di mata para pria (?) eeaa.. (ini ga tau juga sih, belum pernah survei).

Yup, diriku adalah seorang wanita yang berprofesi sebagai programmer.

Awal ceritanya, semenjak lulus kuliah, ku sudah memantapkan diri untuk tidak bekerja sebagai programmer, soalnya cita-cita dari awal pinginnya kerja di PNS, kerja di tempat yang tenang, adem ayem, dan ga dikejar-kejar deadline ataupun client.

Bulan pertama setelah kelulusan, ku mulai melamar-lamar di beberapa perusahaan di kota kelahiranku tercinta (Yogyakarta), .. ga lama semingguan apply, akhirnya ada juga panggilan dari salah satu perusahaan di Yogyakarta yang memanggilku untuk interview.

Pertama kali terima telpon dari tuh perusahaan langsung dag dig dug dueeerr (asli deg-degan waktu itu wkwkwk, maklum baru pertama kali terima interview). “Halo dengan mba Giska (?)” , “Iya saya sendiri (gugup)” , “Kami dari PT blabla. Dimohon kedatangannya untuk datang interview pada tanggal blabla..”, telpon pun di tutup langsung jingkrak-jingkrak sambil teriak-teriak “Buuuu, besook interviewww. Alhamdulillaahh!” (masih polos), ga beberapa lama kemudian ku liat-liat lagi perusahaan apa ya yang tadi menelepon ku (?) dan aku berprofesi apa di perusahaan itu (?).

Setelah diliat-liat ternyata ku apply menjadi Data Entry (lupa karena banyak yang di apply). Dalam hati langsung bilang “Alhamdulillah akhirnya dapet juga kerjaan yang menenangkan (udah pede keterima padahal belum interview)”. Skip skip sampai akhirnya hari interview dateng ke kantor bersama sang ibu (hahahhaa ini malu sih udah gede masih minta ditemenin x’D).

Masuk ke kantor pakai pakaian kemeja rapi ala sales-sales door to door (wkwk) “Yosh! Maakk saya siap” .. ternyata antri pemirsaa.. bukan cuma 1-2 orang yang interview tapi 7-10 orang.. (ebuset ini bukan antri sembako kaan?). Disitu mulai ciut, liat banyaknya orang yang interview membuat perasaan pede yang dari kemarin ada langsung ilang ditelan bumi (LEBAY xD).

Dengan mba Giska, silahkan masuk ke dalam ruangan ya mba~” sang resepsionis pun memanggil…

Bersambung~ … lanjut part 2 !

Jaa! Mata Ashita nee~ ^^

Advertisements

One thought on “Menjadi Programmer Wanita (Part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s