Mending Sakit Hati daripada Sakit Pulpitis

Haduhh, dari judulnya aja sudah horor banget ya kayanya…  Iya kok, saya tidak pernah pungkiri kalau sudah kena pulpitis itu emang lebih horor daripada sakit hati hahaha. Nah, apa sih pulpitis itu? Pulpitis merupakan peradangan yang terjadi di pulpa, yakni bagian gigi paling dalam yang terdapat saraf dan pembuluh darah. Kondisi ini bisa menyebabkan munculnya nyeri yang luar biasa.

Dua bulan yang lalu saya mengalami gejala pulpitis yang luar biasa sakitnya sampai saya nangis-nangis dan ga mood kerja, begini awal ceritanya…

Dimulai dari gigi tengah saya yang mulai bolong kecil, tapi saya cuek aja karena menurut saya ga parah2 amat, tapi tiap makan dan minum yang manis, gigi tengah saya selalu ngilu apalagi kalau makan martabak manis… beuuhh ngilunya ga tahan… tapi saya tetap biarkan saja sampai lama-kelamaan lubangnya membesar dan mempengaruhi penampilan saya saat ketawa dan nyengir T__T. Akhirnya saya mulai risih sendiri liat gigi saya di kaca.

asmirandah-giginya-ompong-ketawa-bertuah-info
ilustrasi gigi saya ketika gigi tengah berlubang.. tapi ga separah ini juga sih wkwkwk. horor kann..

Terus suatu hari saya jalan-jalan ke mall sama temen, tiba2 pas mau pulang kepikiran pingin mampir dokter gigi sekalian, berhubung di Mall ada klinik gigi mampirlah saya kesitu… Saya bilang ke dokternya saya mau tambal gigi tengah saya yang bolong.

Nah ketika proses tambal itu , saya mulai ga srek sama tu dokter soalnya bolak balik ngelepas tambalan saya karena warnanya daritadi ga pernah cocok sama gigi saya yang lain. Sudah ada 4 kali lepas pasang, barulah tambalan saya warnanya sesuai, tapi pas saya ngaca (……)
Astaghfirullah… tambalan saya lebih putih kinclong daripada gigi saya yang lain, putihnya kaya baju dikasih bayclin gitu x’) *cuma bisa mewek dalam hati.

Dari situ saya sudah pingin cepet2 pulang aja, udah males sama tu dokter.. daripada saya ngeluh terus, nanti dokternya bongkar tambalan saya lagi.. hedehh…

Skip2, sampai saya tiba di kos. Waktu saya mau bobo dan sudah dalam posisi terlentang di kasur, saya mulai merasakan cenat cenut yang luarrrrrrrr biasssaaaaa… bikin saya speechless dan grasak-grusuk ga jelas bahkan nangis dan tidak bisa tidur. Rasanya sakit banget, makannya orang bilang “mending sakit hati daripada sakit gigi“, setuju banget!!

Cenat cenut itu saya rasakan semingguan dan mengakibatkan bibir saya bengkak dan sexy seperti bibir ala Angelina Jolie, sampe2 saya pakai masker selama saya di kantor.
Tapi anehnya saya tetap biarkan saja sampai akhirnya bibir saya kempes sendiri.
Lalu, temen saya yang melihat gigi saya masih bermasalah menganjurkan saya untuk perawatan di Klinik Gigi FKG UI Salemba (bukan promosi yaaa) hehehe…

Di UI saya dapet dokter muda atau bahasa kerennya coass (istilah coass, yaitu tahap yang harus ditempuh 2 tahun sebelum calon dokter menjadi dokter resmi). Waduuuhh, dalam hati saya sudah ga enak dan trauma dapat dokter yang abal-abal, apalagi dokternya baru 6 bulan jadi coass dan umurnya lebih muda dari saya 2 tahun. Tapi akhirnya saya tetep lanjut saja dan pingin lihat itu dokter bisa benerin gigi saya atau tidak.

Setelah dianalisa dan di ronsen, ternyata gigi tengah saya sudah fatal dan harus dimatikan syarafnya karena saya sudah terkena pulpitis yang mengakibatkan gigi saya nyeri dan ternyata tidak boleh ditambal (pantesan waktu itu bibir saya sampai bengkak).

Akhirnya gigi saya di bor agar pulpa syaraf dapat diambil dan syaraf dapat dimatikan, yang mengakibatkan lubang gigi saya tambah besar.
Tiap kali perawatan, gusi gigi saya juga dibius agar sakitnya tidak terasa selama proses perawatan.. (ini sakit bangeettt). Gigi saya juga dikorek2 menggunakan alat yang bernama endodontic file untuk membersihkan syaraf dan mengukur panjang syaraf.

lapisan-gigi
Pulpa dan akar yang berada di dalam gigi
k-file
Edodontic file, alat untuk membersihkan syaraf gigi dan mengukur panjang syaraf

Tahap perawatan syaraf bisa memakan waktu sampai berminggu-minggu, karena tiap kali syaraf dibersihkan akan ada jeda waktu untuk pasien apakah mengalami keluhan atau tidak.. dan tiap selesai perawatan, syaraf gigi akan dikeringkan dan ditutup menggunakan kapas yang ditetes dengan cairan eugenol (rasanya seperti cengkeh).

eugenol
cairan eugenol yang digunakan untuk menutupi syaraf setiap kali selesai perawatan

Sedikit share tentang pulpitis:

Penyebab

Pulpitis paling sering disebabkan oleh pembusukan gigi, penyebab lainnya adalah cedera. Ketika terjadi peradangan pulpa tidak memiliki ruang yang cukup untuk membengkak karena terbungkus dalam dinding yang keras sehingga terjadi peningkatan tekanan dalam gigi. Peradangan yang ringan, jika berhasil diatasi, tidak akan menimbulkan kerusakan gigi yang permanen. Sementara bila terjadi peradangan yang berat maka bisa mematikan pulpa. Tekanan dalam gigi yang meningkat dapat mendorong pulpa melalui ujung akar hingga melukai tulang rahang dan jaringan sekitarnya. (sumber : http://doktersehat.com/pulpitis-radang-pulpa-gigi/)

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Untuk menentukan apakah pulpa masih bisa diselamatkan, bisa dilakukan beberapa pengujian:

  • Diberikan rangsangan dingin
    Pulpa dikatakan sehat bila setelah diberi rangsang dingin nyerinya hilang. Pulpa masih bisa di pertahankan dengan mengambil bagian gigi yang busuk lalu menambalnya. Pulpa tidak bisa dipertahankan lagi jika gigi masih tetap nyeri meski rangsangan dingin dihentikan atau nyeri muncul secara spontan.
  • Penguji pulpa elektrik
    Alat ini berfungsi untuk mengetahui apakah pulpa masih hidup. Jika pulpa masih hidup maka penderita akan merasakan aliran listrik di giginya.
  • Menepuk gigi dengan sebuah alat
    Jika dengan pengetukan gigi timbul nyeri, berarti peradangan telah menyebar ke jaringan dan tulang di sekitarnya.
  • Rontgen gigi
    Rontgen dilakukan untuk memastikan adanya pembusukan gigi dan untuk mengetahui apakah peradangan sudah mengakibatkan pengeroposan tulang sekitar akar gigi.

 

Jadi intinya teman-teman yang merasa giginya ada berlobang, mending cepet-cepet ke dokter gigi yahh.. jangan sampai seperti saya yang terlanjur fatal karena dibiarkan berlubang. T_T

Jaa~
Mata ashita nee~

 

Advertisements

27 thoughts on “Mending Sakit Hati daripada Sakit Pulpitis

  1. Ohhhh nooo
    Kalau udah berhubungan dg gigi jangan main2 deh mbaak
    Terakhir gigi saya bolong saya diemin… Akhirnya suatu waktu nyeri luarrrrrrr biasa. Sampe mjnum parcet dibanyakin sakitnya gak lenyap2…
    Akhirnya ke dokter gigi pake bpjs… Ditambel sementara., Dan malah makiiin sakiiit…
    Akhirnya ke dokter gigi RS swasta habis hampir 1/2 jutaa… Cumaa krn 1 lubang gigi… Dan itu pun belum tuntas. Krn sudah sampe saraf katanya.. Disuruh balik lagi, rontgen dll…
    Tapi krn merasa udah enakan, ditunda2 sampe akhirnya nyeriii lagiii gk bs tidur.
    Ke dokter laim niat utk rontgen krn di RS sebelumnya gkda rontgen.. tapi Alhamdulillah kata dokternya gak perlu. Cabut aja.

    Alhamdulillah
    Setelah dicabut gak nyeri2 lagi. Cuma berkurang aja kekuatan mengunyahnya

    Ehh komenku banyak amat ya hahaha
    Salam kenal maak

    Like

  2. Aduh mba ngerii banget bayanginnya, sekarang gimana keadaannya mb?semoga uda bisa snyum simpul lg y. Btw aku ngakak pas bagian dokternya bolak balik nyamain warna tambelan giginya tapi hasilnya malah lebih kinclong wkwkwk keknya mata dokternya minus deh mba :))))). Salam kenal mb

    Like

  3. Hadehhh…gigi gerahamku juga sering sakit, terasa ngilu banget kalo pas makan yang manis atau minum dingin. Nggak berlubang sih atau mungkin lubangnya kecil banget jadi nggak kelihatan? Tapi ini sebabnya karena ada gigi lain yang tumbuh di samping gusi. Kayak semacam tunas atau gingsul gitu. Aneh kan ini? Dulu nggak sakit sih, tapi akhir-akhir ini sakitnya kebangetan. 😀

    Like

  4. Dilihat dari alat, obat dan kisah di atas. Saya sudah mengalami semuanya. Sayangnya di dokter gigi saya tidak dijelaskan secara ilmiah hehe.

    Jadi saya cukup denger dan patuh pada keputusan dokter.

    Like

  5. Giisss, i feel you banget lah pokoknya. 2 bulanan ini ngerasain banget sakit gigi ga karuan, yang berakhir dengan pencabutan 2 gigi geraham, huhu. Emang kayaknya mending sakit hati daripada sakit gigi ya? Wkwk. Tp jangan sampe sakit hati juga siihh, hehe.
    Btw klo mau tau itu pulpitis ato berlubang biasa gimana ya? Cz gigi taringku kalau pas makan yang manis (martabak, meses, selai) langsung nyuutt gitu rasanya. Berarti itu kmu perawatan saluran akar ya? Habis berapa gis?
    (Maaf yak..Kayaknya komenku kepanjangan, hihi)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s