Day 1 : Tokyo, Tidur di Bandara Haneda

Assalamualaikum wr wb, kali ini saya mau cerita tentang pengalaman saya ke luar negeri untuk pertama kalinya, ga nanggung².. pertama kali ke luar negeri langsung nekat ke Jepang. Rasanya campur aduk, menenggangkan dan cukup ekstrem, karena saat saya di Jepang, saya sempat merasakan gempa! (22/11/2016) *cukup ekstrem ga sih? -_-*

img_4679
cuma berbekal tas backpack donk?! niatnya backpacker, padahal sampai di Jepang belanja parah sampai tas ga muat..hiks

Yup, tanggal 19 November jam 4 pagi, saya dan adik saya sudah bersiap² untuk penerbangan transit kami ke Kuala Lumpur pada jam 08:10. Early in the morning~, kami sampai di bandara Soetta jam 4:30, suasana bandara masih sepi, dan proses imigrasi pun kami tak perlu mengantri. Yipiiee~…

Info lainnya : Yuk, urus visa Jepang sendiri!

Alhamdulillah, akhirnya kami mendapat cap pertama, rasanya seneng dan deg²an (rasanya kaya mimpi *lebay*).

Bandara Kuala Lumpur KLIA2

Skip², sampai tibalah kami di KLIA2, disana kami tidak perlu melewati proses imigrasi lagi karena kami mengambil penerbangan Air Asia Fly-Thru. Beberapa keuntungan Fly-Thru yang saya ambil dari info Air Asia :

  • Tidak ada visa transit
    Tidak ada pemeriksaan imigrasi di Malaysia maupun potongan pajak bandara di hub transit.
    Catatan: Hanya berlaku untuk transfer internasional dengan persinggahan selama maksimum 18 jam di Malaysia. Klik di sini untuk rincian selengkapnya.
  • Transit cepat
    Check-in di aula transfer untuk penerbangan transit (Hanya berlaku untuk transit internasional). Perpindahan penerbangan tidak akan dikenai biaya apabila penerbangan ditunda.
  • Pemeriksaan bagasi transit
    Tas akan diberi tag transit sesuai tujuan terakhir Anda.
    Layanan Fly-Thru kami menghubungkan rute-rute domestik dan internasional. .

Setelah numpang sholat dan transit selama 3 jam di KLIA2, kami pun berangkat ke Jepang. Yayyy!. Penerbangan selama 7 jam tak terasa karena kami mengobrol dan berkenalan dengan wanita cina bernama L***zhu Peng.

Ceritanya.. Peng adalah asli orang cina berumur 34 tahun, dia sudah sering ke Jepang dan ternyata pacarnya juga tinggal di Jepang. Kami sempat bercerita kalau kami akan tidur di bandara Haneda, Peng pun syok dan menawarkan kami untuk menginap di tempat pacarnya hahaha -_- .. (mungkin Peng merasa kasihan karena saat itu suhu Tokyo 11°C)., tetapi kami menolak (emang dasarnya takut juga sih…).

Bandara Haneda Tokyo

Sesampai di Haneda jam 22:30…! girangnya bukan main, ini beneran bukan mimpi kan ya?? *overreact* . Kami langsung jalan secepat kilat ke bagian imigrasi… scan jari, foto dan cap paspor selesai. Arigatou Gozaimasu! Alhamdulillah, akhirnya kami resmi masuk ke Jepang..

Hal yang pertama kami lakukan adalah mencari tempat sholat. Di bandara Haneda, ada 2 tempat sholat yang bersebelahan, letaknya di lantai 3 Departure Lobby, silahkan lihat map di link ini http://www.haneda-airport.jp/inter/en/map/floormap/map.html?floorId=MAP003.

1905a495eddcd48829229845d4fc2bde
sumber gambar : http://www.halalmedia.jp/archives/3737/prayer-room-in-haneda-airport/

Selesai sholat, kami membeli Tokyo Subway Ticket 72 hours seharga 1500 yen untuk menghemat tiket kereta selama di Tokyo. Beli dimana? kok bisa hemat? baca penjelasan saya di Hemat Berkereta di Tokyo dengan Tokyo Subway Ticket.

Lalu, kami juga membeli kartu Suica (fungsinya seperti kartu Flazz kalau di Indonesia ^^). Harganya 2000 yen dengan potongan deposit 500 yen, jadi saldo Suica kami terisi 1500 yen.

whatsapp-image-2016-12-07-at-7-06-17-am
kartu Suica dan Tokyo Subway

Langkah ketiga kami langsung foto-foto donk! hahaha..
Di lantai 4 ada tempat makan dan areanya bernuansa jaman Edo gitu.. karena kami sampenya di malam hari jadi restoran pada tutup semua, dan pastinya menguntungkan donk buat foto2 xixixi..

img_4695
Lantai 4 bandara Haneda

setelah explore lantai 4, kami naik ke lantai 5 ke bagian Observation deck.

img_4702
observation decks

Setelah foto-foto norak, kami pun tertidur lelap di bandara, menyiapkan tenaga untuk berpetualang di negeri sakura esok harinya. ^^. hehe , oiya kenapa milih nginap di Bandara? karena ngirit pemirsaaa..

Total Pengeluaran Hari 1 (diluar biaya makan) :

Jenis Biaya (Yen)
Tokyo Subway Ticket 1500
Suica 2000

TOTAL : 3500

 

Coretan lain saat di Jepang :

  • Menikmati Musim Gugur di Tokyo
  • Menikmati Musim Gugur di Kyoto
  • Day 1 : Tokyo, Tidur di Bandara Haneda
  • Day 2 : Tokyo (Shinjuku, Harajuku, Shibuya)
  • Day 3 : Tokyo (Ueno, Koishikawa Korakuen, Asakusa, Akihabara, Tokyo Tower)
  • Day 4 : Tokyo (Rikugien, Halal Media Expo 2016, Akihabara)
  • Day 5 : Kyoto (Philosoper Path, Genkakuji, Gion Street, Kiyomizudera)
  • Day 6 : Kyoto (Sagaarashiyama, Kinkakuji, Eikando)
  • Day 7 : Kyoto (Nyewa Sepeda, Fushimi Inari, Nishiki Market)
  • Day 8 : Tokyo (Odaiba, Bandara Haneda)
Advertisements

9 thoughts on “Day 1 : Tokyo, Tidur di Bandara Haneda

  1. waktu ke KL juga sempet mau nginep d klcc krn penerbangan jam 5 pagi, krn dapet hotel murah akhirny nggk jadi nginep. tapi emg banyak sih yg nginep d klcc,klo bule2, biasanya tidur ngemper di lantai, mungkin klo d kursi sempit kali ya,wkwkwk.. etapi aku jg pernah dink nginep d soetta, pas hamil aisy, haha. cz dapet penerbangan terakhir n pagi2 jam 5 harus terbang lagi..
    emang ya traveling bikin topik buat ngeblog jadi buanyaak, haha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s