Awal Tak Suka Menjadi Cinta Hizbut Tahrir

Assalamualaikum wr wb,

Awalnya, saya mengenal Hizbut Tahrir dari kakak saya yang mengaji disitu. Kesan pertama , saya ga suka karena lihat kakak jadi strict masalah2 kecil seperti memasang PP (dibilang tabaruj *apa pula tabaruj itu? hehe*) , lalu saya disuruh pake rok, dan segala macem yang emang disyariatkan Islam.

Mengaji di Hizbut Tahrir

Suatu saat, entah kenapa saya pingin ngisi waktu di hari sabtu yang notabene saya libur kerja dan bingung dikosan mau ngapain. Akhirnya, saya memutuskan pingin ngaji juga. Lalu akhirnya saya didaftarin kakak untuk ngaji di Hizbut Tahrir.

Ga lama selang beberapa hari, saya pun di telepon oleh salah satu musrifah Hizbut Tahrir di daerah Slipi Jakarta Barat untuk mulai ngaji (halaqah) pertama kali.

Saya ingat sekali halaqah pertama kami membahas Birrul Walidain (Berbuat baik kepada orang tua). Di halaqah itu kami hanya ber 5 orang membentuk lingkaran dan mendengarkan guru (musrifah) berceramah.

Adem, tenang, itu yang saya rasakan saat halaqah pertama kali di Hizbut Tahrir.

Seusai halaqah saya search di google tentang Hizbut Tahrir. Kaget, kenapa banyak yang nyinyir Hizbut Tahrir?

Sudah hampir 2 tahun saya ngaji di Hizbut Tahrir. Saya belum menemukan ada hal yang menyeleweng, tapi kenapa ormas lain menyinyir padahal tak pernah mengaji di Hizbut Tahrir? Padahal Hizbut Tahrir punya visi Melanjutkan Kembali Kehidupan Islam dan kiblatnya pun masih Alquran dan As Sunnah. 

Wajibnya berdakwah, Mengharuskan berjilbab, berkerudung, larangnya berikhtilat (bercampur baur), larangan berkhalwat (berdua2 an lawan jenis) . Merindukan kembali tegaknya khilafah seperti jaman Rasulullah, Abu Bakar, Umar. Dan bahkan kajiannya diselingkan dengan hapalan Alquran dan belajar tahsin.

Menentang sistem sekuler yang notabene memisahkan kehidupan dunia dengan agama, Hizbut Tahrir percaya totalitas hukum adalah dari Allah SWT sebagai hukum yang tertinggi seperti di surat AlMaidah ayat 50 :”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang2 yang yakin?” :(. Kenapa masih ada yang nyinyir?

Dibilang tak punya mahzab? Karena Hizbut Tahrir membebaskan tiap orang memilih mahzab Hanafi, Maliki, Hambali, atau Imam Syafi’i, yang mereka yakini selama pilihan mahzabnya masih baik.

Tulisan diatas cuma mau meluruskan pandangan orang tentang Hizbut Tahrir, kalau kata Musrifah, di dunia persilatan memang banyak pro dan kontra, tapi masih belum sebanding dengan perjuangan nabi Muhammad SAW. Wallahu alam, mohon maaf kalau ada salah kata maklum masih banyak kekurangan. Hehe

 

Advertisements

7 thoughts on “Awal Tak Suka Menjadi Cinta Hizbut Tahrir

  1. Hai Mbak Giska…. boleh tos? Salam kenal, mbak. Sy jg dulu ga suka HT. Pokoknya maleeees banget. Eh pas sy pengen ikut dan nyari2 kajian, eh kok dapatnya kajian yg diisi oleh ustadzah2 dr HT. Eh kok enak, jd keterusan, lama2 jatuh cinta hehe. Sempet jd darisah juga. Jd lebih banyak tahu lah. Aduuuh jd kangen kajian2 ituuu. 😦

    Like

  2. HT dari zaman kuliah dulu saya udh nyimak.. tapi Alhamdulilah ga pernah memandang buruk. Ambil positif aja. Senang ya bisa ngaji. Kalau aku sekarang lebih belajar tasawuf dari buku. Aplikasinya ke akhlak gitu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s