Uqdatul Kubra

Assalamualaikum ^^,

Ceritanya, minggu kemarin saya halaqah dan musrifah saya menerangkan tema tentang uqdatul kubra ini. Dan tema ini bikin saya terkesima (halah)..

Pertama, Uqdatul Kubro artinya adalah simpul besar. Simpul besar (uqdatul kubro) mempunyai 3 pertanyaan mendasar yaitu:

  1. Darimana kita (manusia) dan kehidupan ini berasal?
  2. Untuk dan tujuan apa manusia dan kehidupan diciptakan?
  3. Akan kemana kita (manusia) kembali dan berakhir?

Ketika seseorang masih belum bisa menemukan jawabannya, maka orang tersebut akan terus berada dalam kebimbangan dalam hidupnya karena dia tidak mempunyai landasan dan tujuan mengapa dia hidup di dunia.
Sebaliknya, jika seseorang mengetahui 3 jawaban tersebut, maka orang tersebut akan memiliki landasan kehidupan dan tujuan hidupnya, terlepas dari jawaban itu benar atau salah.

Mungkin ini pertanyaan yang sangat sederhana, tetapi dapat mempengaruhi pemahaman kemudian dari pemahaman tersebut menjadi tingkah laku.

Pemikiran menjadi pemahaman kemudian dari pemahaman menjadikan tingkah laku.
Contoh,
1 : si A mepunyai pemikiran bahwa dunia ini ada dengan sendirinya, seperti bumi berasal dari dentuman materi2 atau partikel2 sehingga terbentuklah bumi, tujuan hidupnya semata2 hanya untuk bisa bertahan hidup, lalu tidak percaya akan adanya hal2 gaib seperti (dosa, pahala, dsb). Maka mereka akan hidup dengan aturan dan pemikiran yang dibuat oleh mereka sendiri dengan standar baik dan buruk berdasarkan hawa nafsu mereka, serta tujuan hidup mereka hanyalah kesuksesan dunia semata.

2 : si B mempunyai pemikiran bahwa dunia ini pasti ada sang Pencipta, tujuan hidupnya di dunia hanyalah sebagai ujian untuk kehidupan selanjutnya (akhirat), dan percaya amal mereka pasti akan dihisab sesuai dengan perbuatan mereka di dunia.

Dapat disimpulkan, dari pemikiran si B terbentuk pemahaman bahwa dunia ini hanyalah sebagai ujian, percaya bahwa ada suatu Zat yang lebih hebat dan mempunyai sifat tidak terbatas yang membuat dunia dan kehidupan ini. Maka, dari pemahaman si B terwujudlah tingkah laku dengan menggunakan aturan Sang Pencipta sebagai tiap landasan hidupnya.
Dari apa yang diperbuat si B, si B akan menjadikan perintah Sang Pencipta sebagai tolak ukur setiap perbuatannya, untuk semata-mata mencari ridho Sang Pencipta.

Mengapa dunia ini pasti ada Sang Pencipta?
Umpama tas pasti tidak mungkin dibuat oleh tas, karena tas tidak lebih hebat dari manusia. Lalu, apakah kehidupan dan manusia dibuat oleh manusia? tentu bukan, karena manusia sifatnya terbatas (bisa mati, haus, lapar, dan membutuhkan makhluk lain). Suatu pencipta tentu lebih hebat dari apa yang diciptakannya.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang yang berakal.” (QS Ali Imran: 190)

skema kehidupan dibalik islam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s